Sebagai bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diantaranya Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, Organisasi Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Kuningan (STIK MK) yang di antaranya BEM dan PK IMM STIKes Muhammadiyah Kuningan terjun langsung untuk Belajar dan Mengabdi kepada masyarakat dalam program Pengabdian Masyarakat, dengan tema “Gerakan Tangguh Literasi dan Aksi Mengabdi Masyarakat Hidup Sehat”. Walau pun masih berada di dalam Pandemi Covid-19, program dan kegiatan ini berjalan dengan selalu mematuhi protokol kesehatan. Salah satu desa yang menjadi tujuan dilaksanakannya Pengabdian Masyarakat ini ialah Desa Bunigeulis, Kec. Hantara Kab. Kuningan.

    Tepat pada hari Kamis – Minggu tanggal 2 -5 Desember 2021, Seluruh Mahasiswa yang berada dibawah naungan Ormawa STIK MK melaksanakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Beberapa program yang dijalankannya  adalah program ORMAWA mengajar, Penyuluhan Kesehatan, Pengolahan Bahan Herbal, Vaksin Door to door, Pengobatan Gratis, Home Care, dan Bincang Asik Karangtaruna. Dimana sasaran dari program tersebut ialah anak anak usia dini sampai orang tua lanjut usia.

Pembukaan kegiatan di laksanakan pada hari Kamis tanggal 02 Desember 2021 pukul 13.00 dan di hadiri oleh Pemerintahan Desa Bunigeulis, Ketua BPD, Karang Taruna, Kader Kesehatan, Ketua STIK MK, Bidang LPPM dan Bidang Kemahasiswaa. Sebelum acara pembukaan berlangsung sebelumbya turut melaksanakan vaksinasi terlebih dahulu secara door to door bersama puskesmas Hantara.

    Dalam sambutannya Ketua STIK MK menerangkan bahwa kegiatan ini di inisiasi oleh Ormawa STIK MK sebagai bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan akan menjadi program tahunan yang akan di laksanakan oleh Ormawa STIK MK.

    Dengan jarak yang cukup jauh serta jalanan yang cukup terjal untuk menuju ke Desa Bunigeulis, semangat para mahasiswa tetap menggelegak untuk dapat mengabdi kepada masyarakat. Sedangkan, kegiatan penyuluhan kesehatan dan Pengolahan Bahan herbal di laksanakan pada hari Jum’at, 03 Desember 2021, pada kegiatan penyuluhan kesehatan di isi oleh ibu Apt. Nurazizah, M. Farm mengusung tema “Pemilihan Obat dan Kosmetik yang Tepat” sedangkan pengolahan bahan herbal ini bersama ibu Marini, M. Farm membuat Mouthwash dan Minyak gosok berbahan dari ekstrak cengkeh.

Selain itu kegiatan Pengobatan Gratis dan Home Care di laksanakan pada hari Sabtu 04 Desember 2021, kegiatan ini melibatkan beberapa dokter dari Puskesmas Hantara Puskesmas Sindang Agung dan RS. KMC Kuningan, dan untuk Apoteker nya dari Dosen STIK MK yang sudah berprofesi Apoteker.

Disamping kegiatan tersebut ormawa STIK MK mengadakan kegiatan Ormawa mengajar ke SD Negeri 1 Bunigeulis dan untuk madrasah yang terpusat di masjid Bunigeulis diikuti kurang lebih 300 anak anak usia dini dari beberapa MD dan TPA, dan diisi juga dengan beberapa perlombaan untuk anak anak.

Semua rasa lelah mahasiswa STIK MK ini telah terpatahkan oleh rasa bangga karena senyuman anak-anak, serta seluruh masyarakat desa Bunigeulis karena telah mampu menyalurkan ilmu yang telah diperoleh dan mengamalkannya kepada orang lain. Rasa letih pun terhapuskan oleh kisah yang menyenangkan dan luar biasa saat berada bersama anak-anak maupun masyarakat tersebut.

    Program yang diadakan oleh ormawa STIK MK ini mendapat respon yang positif dari berbagai pihak yang terlibat, seperti guru pengajar, masyakarat, karangtaruna, pemerintahan desa  maupun pelajar itu sendiri. Tidak hanya penduduk yang mendapatkan manfaat dari program ini, melainkan para mahasiswa sendiri mendapatkan pelajaran-pelajaran berharga yang didapat setelah melaksanakan program ini. Pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah dilupakan, dan menjadikan sebuah ilmu baru.

    Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan sumbangsihnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian demi kemajuan dan menambah pengetahuan mengenai dunia pendidikan. Selain itu program ini dapat memberikan ilmu yang baru untuk mahasiswa dengan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat. Kita sebagai mahasiswa harus bisa menciptakan sebuah pengabdian yang mampu menciptakan sejuta manfaat untuk masyarakat.

“Ini merupakan sebuah proses untuk belajar bagaimana kita mengabdi kepada masyarakat yang sesungguhnya, semoga apa yang kami laksanakan di desa tersebut bisa memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar, dan saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu dan ikut serta dalam kegiata kami baik sponsor donatur dan instansi lain” Tambah Alsan (Ketua pelaksan)